Dikabarkan Akan Gantikan Khofifah Jadi Menteri Sosial, Whatsapp Najwa Shihab Kebanjiran Selamat

Setelah memutuskan mundur dari Metro TV,Najwa Shihab kemudian diisukan akan menggantikan Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Sosial.

Terhadap isu itu, Najwa yang diwawancarai Kompas.com usai menggelar jumpa pers tentang temu literasi di Hotel Aston, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (12/8/2017), membantah isu tersebut.


"Soal rumor jadi Menteri Sosial itu perlu saya luruskan yaitu, yang pertama saya kaget sekali ketika dikirimi headline Indo Pos. saya baru dapat itu ketika saya turun di Kupang (NTT) lalu kemudian saya baca. Saya tidak tahu Indo Pos itu sumbernya dari mana," kata Najwa.

Dia menyebutkan, pihak Indo Pos sama sekali tidak pernah melakukan konfirmasi ke dirinya.

"Tapi memang akhirnya itu menjadi headline dan headline tidak pakai tanda tanya, seolah-olah sudah pasti itu. Saya dapat banyak sekali WA, telepon dan SMS, mulai dari yang kasih selamat, sampai yang sudah menitipkan pesan-pesan agenda apa yang harus dilakukan," ucapnya.

"Padahal tadi saya baru saja sampai Kupang dan tadi sempat heboh dan saya tidak menanggapi," tambah dia.

Najwa mengaku, masih mencintai dunia jurnalis karena telah membesarkannya.

Apalagi saat ini kata Najwa, dirinya sudah ditunjuk sebagai Duta Baca Indonesia, sehingga dirinya masih fokus ke tugas utamanya itu.

"Saya tidak akan pernah bisa jauh-jauh dari dunia jurnalistik dan tugas sebagai duta baca yang memang menurut saya adalah amanah yang sangat besar. Yang saya baru lakukan ini belum ada apa apanya, karena baru setahun dan sekarang lagi menikmati keliling daerah termasuk datang ke NTT," ucap Najwa.

Najwa mengaku kalau beberapa kali mendatangi Istana Negara, tapi itu terkait dengan tugasnya sebagai duta baca.

Dia pun ke istana, tidak bertemu dengan Presiden Jokowi, tetapi bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.

"Semua itu dalam rangka fungsi saya sebagai duta baca, karena ini bulan kemerdekaan dan kami dan teman teman pegiat literasi punya usul bagaimana kampanye literasi itu juga persis di bulan kemerdekaan ini dan komunikasi ke istana itu sebatas sebagai wartawan atau mewawancarai pak Jokowi," katanya.
Dikabarkan Mundur dari MetroTV Gara-gara Wawancara Novel Baswedan, Ini Kata Najwa

Najwa Shihab membantah isu bahwa dirinya mundur dari stasiun Metro TV, karena terkait dengan wawancara dirinya dengan Novel Baswedan di Singapura yang tidak direstui oleh Metro TV.

Menurut dia, ia memilih mundur karena memang program ' Mata Najwa' akan segera berakhir penayangannya.

"Kemunduran saya dari Metro TV bukan karena kasus wawancara dengan Novel dan itu menurut saya spekulasi yang berlebihan. Dan saya yakin teman-teman kan tahu bahwa di setiap news room kan pasti ada dinamika. Mana ada news room yang tidak dinamis," kata Najwa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/8/2017).

Najwa mengatakan, ketika mengumumkan untuk mundur dari Metro TV Rabu lalu, dirinya juga menyampaikan bahwa tayangan Mata Najwa akan berakhir pada 30 Agustus. Sehingga selama tiga minggu ini, memang tidak akan ada live, karena hanya menampilkan cuplikan-cuplikan acara Mata Najwa yang dianggap berkesan.

"Yang jelas saya sekarang fokus sebagai Duta Baca Indonesia dan juga tayangan Novel (wawancara Najwa Shihab dengan Novel Baswedan) pun tetap ditayangkan di Metro TV kan,"
ucapnya.

Adapun mengenai kemungkinan pindah ke stasiun televisi lainnya, Najwa enggan menjawab.(Kompas.com/ Sigiranus Marutho Bere)

Terungkap! Alasan Sesungguhnya Najwa Shihab Hengkang dari MetroTV

Para penggemar acara Najwa Shihab (40 tahun) di Metro TV, memang mesti bersedih.

Acara yang biasa ditayangkan setiap hari Rabu pukul 20:05 hingga 21.30 WIB itu akan berhenti tayang.

Hal itu disampaikan sendiri oleh sang pembawa acara, Najwa Shihab, melalui akun Instagramnya.

Jurnalis dan anchor senior Najwa "Nana" Shihab(40), Selasa (8/8/2017) menyatakan mundur dari MetroTV.

Sudah 17 tahun, sarjana hukum Universitas Indonesia (UI) ini berkarier di News Tv Channel ternama Indonesia itu.

Banyak spekulasi yang muncul terkait alasan Resign-nya, wanita kelahiran Ujungpandang 18 September 1977 ini.

Salah seorang kerabat dekat Najwa, Prof Dr Qasim Mathar MA (68) menceritakan satu kisah dari kediaman ayah Najwa Shihab, Prof Dr Quraish Shihab (73) di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, akhir Mei 2017 lalu.

Guru Besar Filsafat UIN Alauddin Makassar ini berkisah, saat awal Ramadahan 1438 H, dia bersilaturahim ke rumah Prof Quraish, sekaligus berbuka puasa.

Di rumah itulah, Hajjah Fatmawati Asseggaf, ibu Najwa, mengemukakan rencana putrinya untuk meninggalkan MetroTV kepada Qasim.

"Hal tersebut (rencana mundur Najwa) sudah saya dengar dari ibunya, saat kami berbuka puasa di awal Ramadan di rumahnya."

"Saat itu dikatakan, kontraknya dengan MetroTv sudah berakhir," tulis Qasim Mathar di group obrolan Instant, Senter-Senter Bella, Rabu (9/8/2017) pagi.

Di group yang 80 persen membernya adalah guru besar, profesional, politisi dan birokrat senior asal Makassar ini, Qasim menjawab pertanyaan dan kiriman tautan link dari guru besar ekonomi Unhas.

Qasim yang juga mantan Direktur Pasca Sarjana Unismuh Makassar ini melanjutkan cerita tentang rencana Najwa setelah kontraknya habis di MetroTV.

Kepada Qasim, Ibunya Najwa bercerita, " Najwa akan melakoni kegiatan "Duta Baca". Qasim mengaku tak bertanya banyak dan detail tentang rencana adik sepupunya itu.

"Tentang ada unsur SARA di tv itu, saya tak tahu, semoga hanya isu.," kata Qasim menutup mention chat kepada Prof Dr Madjid Sallatu, ekonom senior Unhas.

"Ibunya (Najwa) mengajak kami masuk ke bagian belakang (rumah) di situ, rumah Pak Quraish satu area dengan rumah anak-anaknya, juga termasuk Najwa, "Saat itu Najwa belum pulang (belum di rumah)."

Terungkap! Alasan Sesungguhnya Najwa Shihab Hengkang dari MetroTV

Para penggemar acara Najwa Shihab (40 tahun) di Metro TV, memang mesti bersedih.

Acara yang biasa ditayangkan setiap hari Rabu pukul 20:05 hingga 21.30 WIB itu akan berhenti tayang.

Hal itu disampaikan sendiri oleh sang pembawa acara, Najwa Shihab, melalui akun Instagramnya.

Jurnalis dan anchor senior Najwa "Nana" Shihab(40), Selasa (8/8/2017) menyatakan mundur dari MetroTV.

Sudah 17 tahun, sarjana hukum Universitas Indonesia (UI) ini berkarier di News Tv Channel ternama Indonesia itu.

Banyak spekulasi yang muncul terkait alasan Resign-nya, wanita kelahiran Ujungpandang 18 September 1977 ini.

Salah seorang kerabat dekat Najwa, Prof Dr Qasim Mathar MA (68) menceritakan satu kisah dari kediaman ayah Najwa Shihab, Prof Dr Quraish Shihab (73) di kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, akhir Mei 2017 lalu.

Guru Besar Filsafat UIN Alauddin Makassar ini berkisah, saat awal Ramadahan 1438 H, dia bersilaturahim ke rumah Prof Quraish, sekaligus berbuka puasa.

Di rumah itulah, Hajjah Fatmawati Asseggaf, ibu Najwa, mengemukakan rencana putrinya untuk meninggalkan MetroTV kepada Qasim.

"Hal tersebut (rencana mundur Najwa) sudah saya dengar dari ibunya, saat kami berbuka puasa di awal Ramadan di rumahnya."

"Saat itu dikatakan, kontraknya dengan MetroTv sudah berakhir," tulis Qasim Mathar di group obrolan Instant, Senter-Senter Bella, Rabu (9/8/2017) pagi.

Di group yang 80 persen membernya adalah guru besar, profesional, politisi dan birokrat senior asal Makassar ini, Qasim menjawab pertanyaan dan kiriman tautan link dari guru besar ekonomi Unhas.

Qasim yang juga mantan Direktur Pasca Sarjana Unismuh Makassar ini melanjutkan cerita tentang rencana Najwa setelah kontraknya habis di MetroTV.

Kepada Qasim, Ibunya Najwa bercerita, " Najwa akan melakoni kegiatan "Duta Baca". Qasim mengaku tak bertanya banyak dan detail tentang rencana adik sepupunya itu.

"Tentang ada unsur SARA di tv itu, saya tak tahu, semoga hanya isu.," kata Qasim menutup mention chat kepada Prof Dr Madjid Sallatu, ekonom senior Unhas.

"Ibunya (Najwa) mengajak kami masuk ke bagian belakang (rumah) di situ, rumah Pak Quraish satu area dengan rumah anak-anaknya, juga termasuk Najwa," Saat itu Najwa belum pulang (belum di rumah)." - Baca sumber