Salah Satu Kota Di Rusia Mewajibkan Wanita Memakai Jilbab, Ini Ulasannya

Rusia Mewajibkan Wanita Memakai Jilbab

Kita semua tahu kalau di Rusia, Muslim bukanlah umat mayoritas. Berdasarkan catatan yang kami terima, Di Negeri Beruang Merah ini umat Islam hanya sekitar 14% saja.

Akan tetapi uniknya, ada sebuah daerah di Rusia yang mewajibkan semua perempuan untuk memakai jilbab. Wilayah itu bernama Republik Chechnya.

Kewajiban itu pun tidak ditulis secara resmi di peraturan daerahnya, tapi menurut pemerintah lokal, penggunaan jilbab menjadi imbauan keras untuk rakyat yang tinggal disana.

"Selama hampir sepuluh tahun terakhir, Chechnya secara aktif sudah mengkampanyekan norma serta perilaku berpakaian yang konservatif," ujar Vladimir Sevrinovsky selaku pakar wilayah Kaukasus Utara Rusia sebagaimana yang kami kutip dari laman RBTH, Selasa (03/1/2017).

"Awalnya ini dilakukan atas insiatif pemerintah setempat, namun selanjutnya mendapatkan dukungan keras dari masyarakat luas," tuturnya lagi.

Kewajiban tersebut pertama kali di publikasikan sejak tahun 2006 silam. Saat itu, Ramzan Kadyrov selaku Perdana Menteri Republik Chechnya di depan para warganya mengungkapkan, semua perempuan Chechnya tak seharusnya memperlihatkan rambut mereka.

Pernyataan itu pun disetujui oleh seluruh warga. Lalu pada tahun 2008, jilbab akhirnya dijadikan suatu kewajiban untuk seluruh pegawai pemerintah daerah, guru dan pekerja sektor publik.

Selanjutnya seiring waktu berjalan, kewajiban penggunakan jilbab pun terus disuarakan di Chechnya. Dan di awal tahun 2016, organisasi publik setempat pun menggelar acara dengan tema "taat pada sang pencipta,".

Di acara itu organisasi ini memberikan pakaian panjang serta jilbab untuk para pejalan kaki perempuan di Grozny, Chechnya.