Rachmawati Soekarno Putri Menangis Dituduh Jadi Makar Aksi Damai Islam


Tersangka kasus dugaan makar, Rachmawati Soekarno Putri curhat ke pimpinan DPR terkait kasus yang sekarang tengah menjeratnya.

Selain itu, hadir juga Kivlan Zein, Ahmad Dhani, Hatta Taliwang, Ernalia Sri Bintang dan beberapa anggota Advokat Cinta Tanah Air yang disambut oleh Wakil Ketua Fadli Zon beserta anggota komisi III Wenny Warouw & Supratman Andi Agtas.

Rachma menegaskan kembali bahwa ia sama sekali tidak terlibat makar sebagaimana yang dituduhkan polisi.

Saat ditangkap penyidik pada Jumat (2/12/2016) lalu, Rachma sempat menanyakan apa alasan dari penangkapan itu, tapi hingga detik ini belum juga ada jawaban.

Ia merasa bahwa dirinya telah difitnah oleh Polri dengan tuduhan menunggang aksi damai yang terjadi pada 2/12/2016 kemarin.

Padahal, komunikasi dengan Ketua Umum FPI, Rizieq Shihap sudah dilakukan pada tanggal 30/11/2016.

“Kami telah bertemu dengan Habib Rizieq pada tanggal 30 siang. Saat itu tidak ada  pembicaraan terkait aksi damai 2 Desember. Kami merasa telah difitnah dan juga pembunuhan karakter,” ujar Racma sebagaimana yang kami kutip dari laman Kompas.com, Selasa (10/1/2017).

Rachma meminta kepada Polri untuk dapat meluruskan tuduhan yang menuju kepada dirinya. Ia mengatakan makar harus memenuhi beberapa unsur seperti penggunaan senjata serta pengepungan istana.

Rachma pun menceritakan bahwa ia juga pernah mengalami hal serupa pada tahun 1965 saat sedang menjaga Ayahnya, Soekarno.

“Pada 1965 itu saya sedang di Istana dan saya tahu makar. Ada pasukan bersenjata yang tidak saya kenal telah mengepung istana dan menanyakan dimana presiden,” cerita Rachma.

Saat bercerita, nada suaranya pun berhenti. Ia sempat menghapus air matanya menggunakan tisu.

“Kami mau ke MPR untuk menyerahkan petisi. Dimana persinggungannya ? jika makar kami akan kepung istana, namun kami kesini yang katanya adalah rumah rakyat,” tutup Rachma sambil menahan isak tangisnya.