Pengamat: Kenaikan Tarif STNK Arahkan Publik Untuk Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Anekabar.com - Kenaikan harga tarif administrasi pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau biasa disebut STNK digadang-gadang mampu mengurangi jumlah kendaraan di Indonesia. Pun dengan penggunaan bahan bakar minyak sebagai bahan bakar utama untuk kendaraan yang ada saat ini.
Kenaikan Tarif STNK
© Merdeka.com
Peningkatan tarif administrasi STNK sendiri diamini oleh Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Ellen Tangkudun kepada salah satu media pada hari ini, Jum’at (6/1).

Menurut Ellen; meningkatnya tarif pengurusan STNK dapat menjadi cara untuk mengarahkan masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih pada kendaraan umum yang sudah disediakan.

“Dari sisi transportasi, itu salah satu cara yang digunakan untuk mengalihkan penggunaan kendaraan umum yang sudah disediakan dengan baik,” tutur Ellen dalam sebuah telewicara yang dilakukan dengan salah satu wartawan media.

Ellen menyatakan bahwa jumlah kendaraan di beberapa kota, khususnya kota-kota besar di Indonesia, memang sudah melebihi batas. Hal itu tentu dapat mengganggu efisiensi dalam penggunaan jalan raya akibat penumpukan kendaraan. Di sisi lain, penumpukan jumlah kendaraan juga meningkatkan kadar polusi udara, resiko kecelakaan dan pemborosan dalam penggunaan bahan bakar.

Untuk polusi kendaraan sendiri, pada beberapa tahun terakhir meningkat, bahkan peningkatan drastis terjadi pada kota-kota besar yang tingkat penjualan kendaraannya meningkat.

Tingginya jumlah kendaraan juga mengakibatkan resiko kecelakaan meningkat. Di beberapa kota, jumlah kasus kecelakaan semakin hari semakin meningkat. Dan yang lebih mengkhawatirkannya lagi, kasus-kasus tersebut umumnya terjadi pada pengguna sepeda motor, yang menduduki peringkat teratas.

Ellen pun menilai bahwa perlu adanya momentum dan upaya untuk mengalihkan masyarakat kepada kendaraan massal.

“Untuk di kota-kota besar, urgent sekali itu. Kota-kota besar kan sangat macet, apalagi Jakarta,” Tambahnya dalam telewicara yang dilakukan dengan salah satu pegiat media di Indonesia.

Seperti yang diketahui, kenaikan tarif pajak kendaraan sejatinya telah berlaku sejak Jum’at, 6 Januari 2017. Ketentuan ini sendiri dibentuk untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang sudah terlalu banyak. Peraturan tentang kenaikan tarif pajak kendaraan ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNPB).