Pemerintah Cabut Subsidi Listrik 900 VA, Ini Kata Para Warga

Pemerintah Cabut Subsidi Listrik 900

Keputusan pemerintah untuk mencabut subsidi listrik untuk pelanggan 900 volt ampere (VA) membuat warga resah.

Warga berharap, subsidi untuk pelanggan listrik 900 VA harus dipertahankan, sebab kondisi perekonomian belum ada peningkatan.

“Tentu ini memberatkan warga. Kan sejauh ini sudah stabil kenapa dicabut ?,” kata Risdianto, salah satu warga Temberan Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung sebagaimana yang kami kutip dari laman Kompas.com, Sabtu (7/1/2017).

Risdianto ikut resah dan khawatir sejak mendengar kabar subsidi listrik akan dicabut oleh pemerintah. Harapannya tidak masuk daftar pelanggan yang subsidinya akan dicabut.

Bapak yang diketahui memiliki tiga orang anak ini adalah pelanggan listrik 900 VA. Sejak lama, ia terus berusaha menghemat pemakaian listrik untuk menghemat beban.

Sebagai pelanggan listrik PLN, kebutuhan Risdianto tidak banyak, hanya untuk menyalakan TV dan kipas angin serta beberapa buah bohlam saja.

Hanya sebagai buruh bangunan dan kerja serabutan membuat Risidanto berharap banyak dengan program yang masih berjalan saat ini.

Joko selaku warga kampung bintang lainnya juga mengaku heran atas kebijakan tersebut.

“Apakah penilaiannya sudah akurat . Nanti ada pelanggan yang dibilang tidak mampu, ada yang mampu, lantas bagaimana mereka bisa menentukannya,” tutur Joko.

Sebagai informasi, pemerintah mencatat setidaknya 23 juta pelanggan 900 VA menerima subsidi setiap tahunnya. Setelah dilakukan verifikasi ulang ternyata ada 4,1 juta pelanggan yang ada dalam kategori kurang mampu.

Dan sisanya, 18,9 juta pelanggan dianggap mampu sehingga subsidi pun akan dicabut secara bertaham.

Warga yang terkena pencabutan pun diperkirakan akan membayar biaya tambahan sekitar Rp.80.000 – Rp.150.000 setiap bulannya.