Pemain Anak Jalanan Mulai Mempromosikan Sinetron Baru, Ali Topan


Sinetron “Anak Jalanan” belakangan bulan terakhir telah menjadi sorotan. Bukan Cuma alur ceritanya saja yang menarik, kehadiran motor-motor sport dan bintang memunculkan anime masyarakat untuk menontong sinetron yang dibintangi Natasha Wilona ini. Adegan bertaruk, memacu kendaraan di jalan raya dan romantisme pelajar memang terbukti ampuh untuk mendongkrak anime masyarakat, dan itulah yang dilakukan oleh sinetron “Anak Jalanan”.

Namun, beberapa episode terakhir nampaknya akan berbeda, khususnya setelah Boy, pemeran utama yang diperankan oleh Stefan William meninggal dunia.

Ya, akibat keputusan Stefan yang keluar dari sinetron, alur dan cerita “Anak Jalanan” pun harus dirubah untuk memunculkan kesan natural. Tapi kelutusan itu nampaknya jadi masalah tersendiri.

Bukan Cuma itu, kepintahan rumah produksi SinemArt, yang merupakan rumah produksi “Anak Jalanan” ke SCTV di tahun 2017 ini nampaknya menambah masalah baru.

Kepindahan rumah produksi tersebut tentu membawa andil untuk para pemain yang dinaunginya. Beberapa pemain “Anak Jalanan” seperti Ammar Zoni, Dylan Carr dan beberapa yang lain bahkan sudah mempromosikan sinetron “Ali Topan” di SCTV.

Sama halnya dengan “Anak Jalanan”, “Ali Topan” juga mengusung konsep sinetron yang sama, yaitu sama-sama menggunakan peran motor sport, adegan fighting dan romantisme hubungan remaja. Tapi, seperti apa kisahnya dan kapan jam penayangan “Ali Topan” masih belum diumumkan. Sampai saat ini sinetron “Anak Jalanan” masih syuting dan tayang reguler hingga sekarang.  

Terlepas dari diganti atau tidaknya sinetron “Anak Jalanan”, sinetron ini merupakan satu dari sekian sinetron yang banyak disukai oleh penonton.

Drama, intrik, alur dan cerita yang berkualitas membuat sinetron “Anak Jalanan” memiliki tempat tersendiri di masyarakat. Keberadaan pemain-pemain muda yang berkolaborasi dengan pemain senior seperti Fatir Mukhtar dan rekan membuat sinetron ini makin dinamis.

Bukan hanya itu, aksi fighting yang ditampilkan dalam sinetron ini juga punya andil dalam membangkitkan antusias penonton. Jika selama ini sinetron banyak menampilkan pemain ABG dengan romantisme cintanya saja, “Anak Jalanan” justru muncul sebagai sinetron yang memunculkan hiruk pikuk kehidupan geng atau club motor di ibu kota.