Kuasa Hukum Keberatan Terhadap Permintaan Saksi untuk Penjarakan Ahok


Jakarta - Anggota tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal Ahok, Humprey R. DJemat mengungkapkan, pihaknya sudah mengirim surat kepada majelis hakim yang isinya keberatan terkait permohonan para saksi yang meminta agar Ahok ditahan. Di persidangan dugaan kasus penistaan agama terhadap Ahok, setidaknya ada 4 saksi yang hadir serta meminta Ahok untuk ditahan.

Menurut 4 orang saksi itu, Ahok sudah beberapa kali mengulang perbuatannya serta menjadi salah satu tersangka di kasus penodaan agama yang lolos dari penahanan. Humprey mengungkapkan penolakan tersebut dikarenakan tim kuasa hukum menganggap para saksi tidak memiliki dasar untuk memohon di persidangan.

"Bukan hanya keberatan, tapi kami menolak permohonan yang diajukan. Saksi dianggap tidak memiliki dasar untuk memohon di depan pengadilan. Ditambah lagi saksi ini bukanlah saksi yang dapat dipercaya serta obyektik dalam keterangannya, namun saksi yang memiliki kepentingan," ungkap Humprey sebagaimana yang kami kutip dari laman tempo, Rabu (4/1/2017).

Menurut Humprey, tim pengacara bersih kukuh kalau 4 orang saksi yang hadir di persidangan lanjutan dugaan penistaan agama tersebut tidak dapat dijadikan alat bukti. Mereka dianggap punya afiliasi dengan lawan politik serta hidupnya yang tidak baik.

Sebagai informasi, Jaksa penuntut umum telah menghadirkan 4 orang saksi diantaranya 2 anggota Front Pembela Islam, Novel Chaidir Hasan dan Muchsin, advokat Gus Joy dan Koordinator Forum Anti Penista Agama, Syamsu Hilal.