Ini Kesaksian Ajudan Ketua Mantan DPD Di Persidangan Kasus Suap Gula Impor


Joko Supriyanto selaku Ajudan mantan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman, mengkaui, kalau Irman sudah meminta kepadanya untuk menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Memi, istri Xaveriandy Sutanto pada tanggal 16 September 2016 lalu. Sutanto dan Memi merupakan 2 orang yang diduga menyuap Irman ketika pengurusan kuota gula impor.

Joko mengungkapkan, pada tanggal tersebut ia bersama dengan Irman pulang kerumah dinas Irman yang berada diJalan Denpasar,Jakarta. Menurutnya Irman sempat mengatakan kepada dirinya kalau nanti akan ada tamu yang datang kerumahnya. Pesan itu disampaikan ketika ada di dalam mobil. "Tolong persiapkan semuanya," ujar dia menirukan ucapan Irman di pengadilan sebagaimana yang kami kutip dari laman Tempo, Rabu (4/1/2017).

Joko juga mengungkapkan, ia bersama dengan Irman kembali ke rumah dinas pada Jumat (16 September 2016 sekitar pukul 10 malam. Sedangkan Sutanto dan Memi bertamu pada pukul 22.30 wib.

Lalu Joko melaporkan kedatangan Sutanto dan Memi ke Irman. Menurutnya pertemuan mereka dilakukan di ruang tamu dan berlangsung hingga pukul 23.30 wib, "saya tidak mendengan percakapan mereka," ujarnya.

Joko kemudian mengunci pintu setelah Sutanto dan Memi pulang. Ia mengatakan langsung menuju toilet saat mereka keluar. Ketika di toilet, ia mendengar ada suara teriakan yang menyebut nama Irman Gusman. Ia menduga mungkin saja ada barang dari tamu Irman yang tinggal.

Tapi akhirnya dia tahu kalau ada sekitar 5 orang yang masuk kerumah dan mereka merupakan petugas KPK yang menanyakan bungkusan dari Memi yang diberikan ke Irman.

Belakangan rupanya diketahui isi dari bungkusan itu merupakan uang senilai Rp.100 juta yang terbagi dalam pecahan seratus ribu dan lima puluh ribuan.

Hari ini, 4 Januari 2017 pengadilan Tindak Pidana Korupsi pun menggelar persidangan terkait kasus dugaan suap kuota gula impor yang menyeret nama Irman sebagai terdakwa. Irman dianggap menerima suap Rp.100 juta dariMemi. Uang itu diberikan sebagai imbalan pengurusan kuota gula impor ke Sumatera Barat.