Diduga Disusupi, Acara Shalat Berjamaah MUI Dibatalkan

Acara Shalat Berjamaah MUI Dibatalkan

Rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT menggelar shalat subuh berjamaan di area Masjid Raya Kupang pada hari Sabtu, 7 Januari 2017 nanti dibatalkan karena telah disusupi kepentingan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), gerakan 212 serta kasus gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya telah meminta kepada panita untuk membatalkan kegiatan tersebut, karena telah diributkan di media sosial," ujar Abdulkadir Makarim selaku Ketua MUI NTT sebagaimana yang kami kutip dari laman Tempo pada Rabu, (4/1/2017).

Abdulkadir menuturkan, awalnya MUI akan menggelar shalat subuh berjamaah di Masjid Raya Kupang pada tanggal tersebut, namun rencana itu tidak bisa berjalan sebagaimana mestainya setelah mencuat info di media sosial kalau kegiatan itu sudah di dompleng GNPF, gerakan 212 serta kasus penistaan agama terhadap Ahok.

"Kami sama sekali tidak punya urusan dengan kasus Ahok di Jakarta. Kami hanya menginginkan kedamaian di NTT," tambahnya lagi.

Viralnya baliho itu di media sosial akhirnya menjadi sebuah ajang perdebatan, sehingga MUI NTT memutuskan untuk membatalkan kegiatan itu. "Sudah ribut, jadi dibatalkan. panitia juga sudah menyetujuinya," tutup Abdulkadir.