Ayah Ini Gendong Anaknya ke Sekolah Dari SD Sampai Sarjana, Dan Sekarang…


Tidak ada manusia yang sempurna. Entah tidak sempurna lahir atau tidak sempurna batinnya. Semua manusia yang terlahir di dunia ini pasti menginginkan fisik yang sempurna supaya memudahkan kita dalam melakukan aktifitas sehari-hari.Tuhan Yang Maha Sempurna, mentakdirkan beberapa manusia terlahir dengan ketidak sempurnaan fisik. Tapi Tuhan juga Maha Adil, karena di dalam ketidak sempurnaan fisiknya, mereka mempunyai kelebihan yang luar biasa. Yang belum tentu dimiliki oleh kita, yang terlahir dengan keadaan fisik yang sempurna.

Usaha memang tidak akan mengkhianati hasil. Meski memiliki kekurangan, teruslah berusaha dan berusaha karena Tuhan telah menjanjikan kenikmatan setelah perjuangan.

Meski memiliki keterbatasan, bukan berarti kita harus menyerah dengan keadaan yang ada. Justru kita harus semangat bahwa kita juga bisa seperti mereka yang mungkin lebih beruntung.

Kondisi memprihatinkan juga dialami wanita bernama Nyok Ping. Sejak kecil, wanita asal Malaysia ini mengidap Spinal Muscular Atrophy. Penyakit tersebut menyebabkan Ping tidak bisa berjalan normal.

Keterbatasan yang dialami Ping membuat ayahnya, Ngu Ee Kiong, sampai rela keluar dari pekerjaannya sebagai sopir. Kiong setiap hari harus menggendong Ping ke sekolah. Sebenarnya tugas ini bisa dilakukan istrinya, namun karena tubuh Ping yang semakin tumbuh membuat sang istri tidak sanggup lagi menggendong.

Ternyata kebiasaan menggendong anaknya ke sekolah terus dibawa sampai Ping sarjana. Hari Senin (14/11) lalu, Nyok Ping berhasil mendapatkan gelar Master di bidang Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Malaysia Serawak.

Dalam acara wisuda anaknya, Ngu Ee Kiong turut hadir bersama istrinya. Ia bahkan tak menyangka bahwa perjuangannya setiap hari akan diganjar gelar Master untuk anaknya.

“Saya senang tetapi ketika saya berpikir tentang betapa sulitnya perjalanan dan berapa banyak kesulitan putrid saya telah menghadapinya, saya masih sangat sedih,” kata Ngu Ee Kiong yang mencoba menahan air matanya dikutip dari Straitstimes.

Kalau kita terus bersabar berusaha dan berusaha, pasti kita akan menuai hasil perjuangan kita, meskipun kita memiliki keurangan. karena kesuksesan tak memandang siapa kita. Ingat bahwa Tuhanahwa Tuhan telah menjajikan setelah perjuangan akan ada kenikmatan Karena hasil tidak pernah mengkhianati usaha.